Intip Beberapa Pengalaman Saat Menjalankan Ibadah Umroh

1641 views
INFOUMROHHAJI.COM – Mereka yang akan berangkat umrah maupun haji seringkali bertanya-tanya pada kerabat, teman, atau keluarga yang pernah berangkat umrah. Hal ini sebenarnya wajar-wajar saja karena calon jamaah tentu tidak tahu seperti apa keadaan di sana, seperti apa pelaksanaannya, atau adakah cerita-cerita lain di balik ibadah umrah itu, atau hal lainnya. Sedikit banyak, pengalaman ini akan bermanfaat untuk calon jamaah yang akan melaksanakan ibadah umrah.

Pengalaman yang Tidak Logis

Nah, berikut ini beberapa rangkuman yang penulis dapatkan dari berbagai sumber tentang ragam pengalaman para jamaah saat melaksanakan ibadah di tanah suci.

  • Larangan Berbuat dan Berkata Tidak Sopan
    Salah satu larangan dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah adalah berhati dan berbuat tidak sopan. Oleh karena itu, sebisa mungkin jamaah dapat menahan diri untuk tidak berkata yang tidak baik, sekalipun dalam hati. Perbanyaklah dzikir dan membaca istigfar baik itu secara lisan maupun dalam hati.

    Hal ini akan mengalihkan perhatian Anda pada hal buruk ang ada dalam hati, misalnya mengomentari orang lain (ghibah) dengan jamaah lain. Bahkan, sebagian orang ada yang percaya bahwa apa yang akan didapat selama di tanah suci sangat bergantung pada perbuatan dan ibadah yang dilakukan.

    Hal-hal di luar nalar memang bisa saja terjadi dan disebabkan oleh “perkataan” kita sendiri. Misalnya pengalaman seorang jamaah yang merasa tidak akan tersesat karena sudah berumrah berkali-kali, seketika Allah membalasnya dengan membuat jamaah tersebut tersesat di tanah suci.

  • Pengalaman Dibutakan
    Lain jamaah akan lain juga cerita pengalamannya. Cerita pengalaman lain dari jamaah yang melaksanakan ibadah umrah adalah dibutakan dan salah menghadap arah kiblat. Jamaah ini ada yang meraba-raba tembok pagar, meraba-raba pintu masjid, dan menciumnya seolah Ka’bahlah yang diciumnya.
  • Dikaburkan Penglihatannya
    Ada juga cerita pengalaman lain, yaitu dikaburkannya penglihatan jamaah. Ada jamaah yang kehilangan dompet, padahal mereka sudah menyimpannya dengan baik. Seorang jamaah kehilangan uang living cost sebesar 1.500 Real. Jamaah tersebut baru menemukan uangnya setelah sholat malam dan memohon ampunan Alah.

Pengalaman Mengenal Tradisi di Arab

Setiap negara tentu memiliki tradisi masing-masing. Berikut ini beberapa tradisi yang sering dilakukan di Arab Saudi.

  • Membagi-bagi Makanan dan Sedekah
    Di Kota Makkah dan Madinah, banyak orang Turki atau penduduk setempat yang membagi-bagi makanan, seperti cokelat, permen, atau kurma. Apalagi saat bulan Ramadhan, banyak sekali penduduk yang membagi-bagikan makanan untuk buka puasa. Pembagian makanan ini dilakukan di masjid-masjid.

    Penduduk setempat akan mengatakan “Majjanan, fi sabilillah, halal…. halal….” Kata-kata seperti inilah yang sering diucapkan oleh penduduk jika ingin membagikan makanan atau bersedekah. Kata majjnan sendiri artinya gratis. Makanan ang dibagikan ini sangat bervariasi ,ulai dari sale, roti, air mineral, keju, hingga buah atau jus. Ada juga nasi briyani lengkap dengan daging atau ayam.

    Pemberi sedekah ini membagikan makanan dengan menggunakan mobil. Mereka akan berteriak “majjanan…majjanan…” sambil membuka kaca mobil. Jika Anda mendapati hal seperti ini, Anda bisa langsung mengantri, dan nagna berebut. Jika berebut, mereka akan segera pergi.

    Jika Anda ingin bersedekah kepada penduduk setempat, bisa dilakukan dengan memberikan uang atau makanan kepada petugas masjid atau[un cleaning service yang ada di masjid.

  • Sholat di Masjid Sambil Membawa Balita
    Pengalaman unik lain yang juga bisa terjadi adalah membawa balita saat sholat berjamaah di masjid. Hal ini umumnya dialami oleh jamaah wanita. Di Madinah, Jeddah, dan Makkah banyak jamaah yang membawa anak kecil (balita). Balita yang mereka bawa biasanya diletakkan di shaf yang terpisah berbentuk persegi yang dikelilingi pembatas kayu.
  • Kota yang Ramah Lingkungan
    Di Makkah, bisa Anda jumpai banyak burung merpati dengan corak bulu yang sama, padahal di tempat lain coraknya berbeda. Burung-burung ini tidak ada satupun yang hingga di atas Ka’bah. Jamaah seringkali memanfaatkan waktu untuk memberikan mereka makanan. Jika kita menyebar butiran gandum, burung-burung ini akan turun dan memakannya.
    Selain burung merpati, ada juga belalang gurun yang sering hinggap di dekat lampu-lampu masjid. Ini membuktikan bahwa kota Makkah adalah kota yang ramah lingkungan.
  • Mengkavling Lantai
    Jika jamaah melakukan umrah pada bulan Ramadhan dan memiliki niat untuk melakukan i’tikaf, sebaiknya berangkat selepas Ashar. Di hari 10 terakhir Ramadhan, Masjidil Haram akan dipenuhi orang-orang yang i’tikaf. Mereka akan menempati setiap jengkal lantai seperti mengkavling lantai Masjidil haram. Dengan demikian, mereka yang terlambat datang akan kesulitan untuk mencari tempat untuk beri’tikaf.

    Shalat tarawih dimulai detelah sholat Isa sampai jam 11 malam. Dengan begitu, fisik jamaah harus benar-benar fit karena surat yang dibaca sangat panjang. Jika jamaah sudah terbiasa dengan sholat tarawih di Indonesia yang imamnya membaca surat pendek, mungkin akan kelelahan.

  • Jamaah Tersesat
    Pernahkah Anda mendengar cerita adanya jamaah yang tersesat saat akan Masjidil Haram atau saat akan kembali ke hotel? Mereka seringnya tersesat lantaran banyaknya pintu masuk dan keluar. Jika jamaah masuk dan keluar dengan pintu yang berbeda, jamaah tentunya akan menjumpai tempat yang berbeda pula. Oleh karena itu, jamaah dilengkapi dengan tanda pengenal agar para petugas memudahkan untuk menemukan mereka kembali.
  • Toilet yang Bersahabat
    Untuk sebagian jamaah mungkin tidak terbiasa dengan toilet duduk sehingga merasa kesulitan saat menggunakannya. Hal ini menyebabkan perlunya edukasi tentang bagaimana cara penggunaan toilet ini.
    Toliet duduk memang banyak ditemukan di pesawat. Namun di bandara atau tempat duduk lain di Arab Saudia justru banyak ditemukan toilet jongkok seperti di negara kita dengan kondisi yang bersih. Jadi, jamaah yang tidak terbiasa dengan toilet duduk, tidak perlu khawatir.
  • Merokok yang Diharamkan
    Bagi jamaah pria, mungkin belum mengetahui adanya aturan bahwa meorok diharamkan di Arab Saudi. Banyak poster antirokok yang tersebar di berbagai tempat di sekitar Masjidil Haram agar mudah dilihat jamaah. Sekitar radius 5 kilometer dari Masjidil haram adalah area bebas dari rokok. Bahkan menjual rook di area ini pun sejak tahun 2005 sudah dilarang.

    Di Makkah maupun Madinah tidak ada satupun kios maupun toko yang menjual rokok. Jika pun Anda membawa rokok dari tanah air, Anda akan dihimbau untuk membuang rokok tersebut. Oleh karenanya, hindarilah merokok maupun membawa rokok selama melaksanakan ibadah haji atau umrah jika tidak ingin ditegur oleh petugas. Anggaplah Anda sedang berpuasa.

    Tidak hanya dianggap berbahaya untuk kesehatan, merokok pun dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehar lantaran asapnya bisa terhirup orang-orang yang ada di sekitarnya.

Nah, itulah kiranya informasi tentang berbagai pengalaman umrah ang terjadi di tanah suci, baik itu pengalaman tradisi, pengalaman yang sulit masuk akan, maupun pengalaman lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Penulis: 
    author
    Infoumrohhaji.com Media Informasi Umroh dan Haji Khusus