Mengenal Sejarah Masjid Hudaibiyah

961 views
Masjid Hudaibiyah ini terkenal dengan perjanjian Hudaibiyahnya lho, di Masjid ini terdapat banyak sejarahnya dan bisa masuk destinasi Anda selama di kota Makkah. Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini, kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram. Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, yang juga dikenal dengan sebutan telaga Asy-Syumaisi.

Kawasan Hudaibiyah berkembang menjadi kawasan permukiman. Sepanjang jalan dari Makkah ke Hudaibiyah, akan terlihat peternakan onta dan domba. Pemerintah Arab Saudi sedang intensif mengembangkan daerah ini sebagai kawasan peternakan onta dan kibas (kambing).

Sekarang ini, Jamaah Haji Indonesia datang ke Hudaibiyah untuk melihat pemerahan susu unta sekaligus mencicipinya. Lokasi pemerahan berada di padang pasir. Para peternak, biasanya dari Sudan, memelihara 8-10 ekor unta, yang biasanya terdiri atas 7 ekor unta betina dan 4 anak unta.

Para jamaah Haji plus/regulerbisa membeli susu perbotol ½ liter seharga 5 riyal. Berdasarkan sejarah Islam, Hudaibiyah merupakan saksi sejarah penting bagi Islam. Hudaibiyah menjadi pintu masuk kecemerlangan kaum Muslimin dalam menaklukkan Kota Makkah (Fathul Makkah).

Perjanjian Hudaibiyah merupakan salah satu peristiwa penting dari sejarah panjang dakwah Rasulullah. Butir-butir kesepakatan yang dibawa Suhail bin Amr selaku delegasi Quraisy sungguh merugikan kaum muslimin. Para sahabat banyak yang bingung kenapa Rasulullah menandatangani perjanjian itu.

Belakangan, semua bisa melihat, ternyata perjanjian itu menguntungkan kaum muslimin. Memang kemudian, usai penandatanganan kesepakatan, mereka berkemas dan menunda hasrat melakukan umroh ke Baitullah. Dan kaum musyrikin Quraisy selaku kabilah penguasa di kota Mekkah bersorak gembira atas keberhasilan itu. Tetapi, dalam perjalanan waktu, diplomasi strategis dan cerdas Rasulullah membuahkan hasil; semakin bertambahnya suku-suku di sekitar Mekkah yang memeluk Islam. Ini sekaligus membuktikan pada suku-suku kecil di Mekkah dan sekitarnya bahwa Quraisy hanya mementingkann dirinya sendiri. Akhirnya Quraisy terpuruk di mata suku-suku lain.

Selepas perjanjian, Rasulullah diikuti sekitar 10.000 kaum muslimin memasuki kota Mekkah. Tak ada kekerasan apalagi pertumpahan darah di antara penduduk Mekkah. Kaum muslimin menepati janji untuk sekadar melakukan umrah. Inilah Fathu’ Mekkah, sebuah pembebasan yang indah. Semakin penasaran kan seperti apa sih wujud nyata Masjid Hudaibiyah ini, yuk segera daftar umroh.

Penulis: 
    author
    Infoumrohhaji.com Media Informasi Umroh dan Haji Khusus