Hukum Mencium Hajar Aswad

hajar-aswad

Apa Hukum Mencium Hajar Aswad?

Setiap Jemaah haji ataupun umroh memang disunnahkan untuk bisa mencium hajar aswad. Lantas, mengapa seorang muslim disunnahkan mencium hajar aswad itu? Alasan paling sederhana adalah karena ingin mengikuti tuntunan Nabi, ini lantaran Rasulullah mencium batu hitam yang dipercaya berasal dari surga.

Tidak sah rasanya ketika Anda tidak mencium hajar aswad, ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah. Ini terbukti dengan jumlah Jemaah yang banyak sampai rela berdesakan dan saling injak, hanya untuk mendekat atau sekedar memegang hajar aswad. Namun, ada baiknya Anda mengetahui asal-usul hingga hajar aswad diletakkan di samping ka’bah.

Tetapi sebelum memaparkan terkait Hajar aswad, ada baiknya ada mengetahui apa itu hajar aswad. Hajar aswad biasanya disebut dengan batu hitam. Lokasi diletakkan tepat di sebelah tenggara salah satu sudut ka’bah, dimana pada lokasi itulah para Jamaah haji ataupun umroh berkumpul dan berhenti ketika melakukan ibadah tawaf.

Mungkin tidak semua muslim mengetahui terkait alasan batu hitam tersebut dinamakan hajar aswad. Ini lantaran, batu tersebut diberinama aswad yang berasal dari kata Al Aswad yang memiliki arti hitam. Nama tersebut diambil untuk hajar aswad karena warna batu tersebut memang berwarna hitam kemerahan, serta memiliki Bentuk seperti telur.

Tidakkah bisa Anda bayangkan, betapa indah dan cantiknya batu yang menurut sejarah agama Islam hajar aswad tersebut berasal dari surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis, dimana titik-titik merah kekuningan yang jumlahnya mencapai 30 buah menjadi salah satu bentuk keajaiban yang tidak disadari oleh banyak orang.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa, batu hajar aswad merupakan batu yang berasal dan turun dari surga dan batu tersebut berwarna lebih putih dari susu, kemudian mengalami perubahan warna menjadi hitam seiring semakin bertambahnya dosa-dosa anak cucu Adam.

Menurut kisahnya nanti, Allah akan membangkitkan hajar aswad pada hari kiamat atau hari dimana dunia hancur dan semua makhluk hidup mati. Batu tersebut akan dibangkitkan dengan memiliki dua mata yang dapat melihat, juga dengan lidah yang mampu berbicara. Batu hajar aswad inilah yang akan menjadi salah satu bukti dan memberikan saksi kepada Allah, tentang siapa saja yang pernah menyentuh dan mengusapnya dengan hak.

Sebagian orang bahkan mempertanyakan, apa alasan umat muslim mencium hajar aswad? Padahal, menurut sejarah turunnya Rasulullah SAW ingin membebaskan manusia untuk menyembah berhala, lantas kenapa Jemaah haji atau umroh hukumnya Sunnah untuk mencium hajar aswad. Namun, sesungguhnya mencium hajar aswad bukanlah bermaksud untuk mengagungkan keberadaannya, tetapi semata-mata karena Rasulullah SAW pernah melakukan hal tersebut. Itulah sebabnya semua umat muslim juga mengikuti apa yang Rasulullah lakukan.

Dari kisah seorang sahabat nabi Muhammad SAW, yakni Umar bin Al-khattab mengatakan bahwa apa yang ia lakukan dengan mencium hajar aswad bukan karena mengharapkan sesuatu dari batu tersebut. Umar bin Al-khattab meyakini bahwa batu tersebut tidaklah akan mendatangkan apa-apa dalam kehidupannya. Ia melakukan hanya karena Ia pernah melihat Rasulullah pernah mencium batu hajar aswad.

Berdasarkan pengalaman atau kisah sejumlah orang yang pernah mencium batu hajar aswad yakni dengan memasukkan wajahnya ke bingkai peraknya, mereka melihat masa depannya kelak. Namun, apapun yang mereka lihat didalam bingkai tersebut tidak boleh dikatakan pada siapapun. Keajaiban yang utama pada hajar aswad adalah semua ukuran muka manusia bisa masuk dan pas di bingkai peraknya, sehingga semua orang bisa mencium batu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *